English Version




Halaman Depan
Mengenal AMAN
Kongres AMAN I
Kongres AMAN II
Laporan Pertemuan
Serpihan Kearifan
Kasus-kasus
Agenda
Situs Terkait
Gaung AMAN
Publikasi AMAN










Sekretariat Nasional
Jl. Pisang No.17
Komp. Hortikultura
Dep. Pertanian
Pasar Minggu
Jakarta 12520
Tel/Fax: (+62)(21) 781 8324 rumahaman@cbn.net.id

Kongres AMAN I

Kongres Masyarakat Adat Nusantara Pertama (KMAN I) yang berlangsung di Hotel Indonesia, Jakarta, dari tanggal 17 sampai 22 Maret 1999, telah menjadi momentum konsolidasi bagi pergerakan masyarakat adat di Indonesia. Salah satunya dengan terbentuknya AMAN sebagai wadah organisasi bagi masyarakat adat untuk menegakkan hak-hak adatnya dan memposisikan dirinya sebagai komponen utama didalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pembentukan AMAN ini dimaksudkan untuk menjamin pelaksanaan terhadap keputusan-keputusan KMAN. Untuk penyelenggaraan organisasi ini, Kongres juga telah memilih dan menetapkan Dewan AMAN yang terdiri dari 54 orang utusan masyarakat adat dari seluruh pelosok nusantara dan sekaligus juga mengamanatkan untuk membentuk satu Sekretariat Nasional berkedudukan di Jakarta yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Pelaksana yang dipilih dan ditetapkan oleh Dewan AMAN.

Dewan AMAN sebagai badan pengambil keputusan tertinggi organisasi dibawah Kongres kemudian memilih dan menetapkan diantara mereka sebagai Koordinator Dewan AMAN yang terdiri dari 3 orang, masing-masing mewakili Indonesia bagian barat, tengah dan timur. Koordinator Dewan AMAN ini, disamping tugas utamanya mengkoordinasikan anggota Dewan AMAN di wilayah masing-masing, juga bertanggung-jawab untuk mengeluarkan arahan-arahan kebijakan dan sekaligus melakukan pengawasan terhadap Sekretaris Pelaksana dalam penyelenggaraan sehari-hari Sekretariat Nasional AMAN.

Fungsi Sekretariat ini adalah mengkoordinasikan dan mengembangkan program bersama diantara organisasi-organisasi masyarakat adat yang beraliansi dalam AMAN dan juga diantara elemen-elemen organisasi AMAN dengan para pendukungnya serta dengan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya.

(dikutip dari Jejak Langkah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara 1999 - 2002, oleh Abdon Nababan)